Ajarkan Anak Berterima kasih

Saat masih bekerja di sebuah anak perusahaan dari Jepang, Istri mendapat latihan singkat yang mengajarkan cara bersikap yang baik. Cara yang konon juga diajarkan di Jepang sana, entah benar tidaknya, saya (penulis) mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Namun yang pasti, di perusahaan itu diajarkan bersikap yang baik.

Disana, istri saya diajarkan bagaimana cara yang sopan saat akan meminta bantuan terhadap seseorang. Entah kepada senior, kawan seangkatan atau bahkan kepada junior. Ilmu tersebut benar-benar digunakan dan mendapat tanggapan yang beragam. Bagi yang belum terbiasa mendengar atau menggunakan, mungkin terasa canggung. Bagi yang tidak suka, beragam juga reaksinya. Namun bagi yang suka, khususnya saat itu para senior dan pimpinan, membuatnya mendapat poin lebih. Ia pun sempat diangkat sebagai Leader.

Ilmu yang diajarkan sebenarnya sangat sederhana. Namun karena ilmu tersebut “Ilmu Hati dan Perasaan” maka sampai juga di Hati Penerima-nya. Ilmunya adalah Ucapkan ‘maaf’, ‘tolong’ dan ‘terima kasih’. Ketika ingin mendapatkan bantuan kepada orang lain.

Penggunaannya kurang lebih begini. Misal ingin membutuhkan sesuatu, maka ucapkan “maaf, tolong ambilkan benda itu. Terima kasih

Sangat sederhana. Namun maksimal.
Kalimat tersebut tidak berisi perintah yang kasar, arogan, dan sok Bos, yang pastinya banyak orang tidak suka. Namun dengan susunan seperti itu, zona perasaan akan disentuh dengan lembut dan menggerakkan orang lain untuk melaksanakan permintaan dengan tulus bahkan sambil tersenyum manis.

Metode ini diterapkan oleh semua karyawan perusahaan dan hubungan mereka harmonis. Tidak ada kalimat “Lagak Bos” disana. Yaa, setidaknya selama istri bekerja disana.

Bagaimana jika metode tersebut diajarkan kepada anak-anak kita? Dari usia dini, semenjak kecil. Kita menggunakan kalimat tersebut kepada pasangan kita agar didengar oleh anak-anak dengan harapan mereka meniru dan mempraktekkannya kemudian hari. Sesekali mengucapkannya kepada mereka untuk tugas-tugas ringan yang sekiranya mereka sanggup melakukannya. Jangan lupa ucapkan terima kasih, dan jangan segan memberi pujian.

Artikel ini diambil dari:

http://satusatuen.wordpress.com/2013/02/07/kiat-mendidik-anak-ucapkan-maaf-tolong-dan-terima-kasih/

Posted on 11/12/2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: